Rabu, 27 Juni 2018

STILL HERE - CHAP 1

Diposting oleh Vonny Apriliani di 05.21
CHAPTER 1 

-AUTHOR POV-
“Aish sial. Ya! apa kau bodoh?” Lengkingan cempreng seorang pria sukses membuat suasana hangat disekitarnya lenyap. Alasannya adalah parka hijau barunya kini basah karena kopi kalengan yang dipegang oleh lawan bicaranya yang terlihat seperti bocah baginya. Bocah itu adalah Jungkook.
Merasa tidak enak Jungkook lalu sibuk menepis basahan kopinya yang telah menodai parka milik si pria “ah maaf” ucapnya datar. Namun sepertinya permintaan maaf bukanlah solusi yang diinginkan pria itu. Pasalnya bukannya membiarkan Parkanya dibersihkan ia malah menepis tangan Jungook dan kembali berteriak.
“Apa matamu itu hanya hiasan ?”
“Aku baru saja membeli parka ini”
“kau tau berapa harganya ?”
Pekiknya tak henti-henti menekan Jungkook. Ia dan 4 temannya mencoba mengintimidasi tanpa perduli tatapan sinis disekitar mereka.
“Ah.. aku tau arah pembicaraan ini” gumam Taehyung yang sedari tadi hanya berdiri dibelakang Jungkook.
“Aku minta ganti rugi!”
Mendengar kata-kata itu Taehyung langsung memutar bola matanya malas.
“Haish.. basi” fikirnya. Merasa tak tahan lagi ia pun akhirnya angkat bicara.
Ya! kenapa kami harus menggantinya ? dia bahkan sudah terlalu baik dengan mengalah dan minta maaf padamu, padahal kau yang menabrak.” Bela taehyung.
Taehyung berteriak tanpa rasa  gentar sedikitpun walau lawannya adalah 5 pria dewasa sekaligus. Sementara Jungkook sibuk menarik-narik lengan sweaternya sambil melemparkan tatapan “Apa kau gila ?” yang sangat jelas.
“Hua, benar-benar bocah ini”
BUKKK
Sebuah pukulan mendarat tepat di pipi kiri Taehyung. Begitu cepat sampai ia tidak sempat menghindarinya.
Sorot matanya memandang tajam disela-sela rambut yang menutupi sebagian wajahnya yang tertunduk. Ia melirik pada pria yang baru saja berniat cari mati karena berani-beraninya melukai pipi mulusnya.
“APA ? KAU MARAH ? TAK TERIMA ? HUH ? KALAU BEG…”
BUUKK
Sebuah pukulan melayang lagi. Kali ini berasal dari Taehyung yang secepat kilat membalas ketidaksukaannya pada pria sok didepannya itu. Samar-samar sudut bibirnya mulai tertarik keatas menampakkan sebuah senyum dingin yang mengintimidasi siapapun yang melihatnya. Sementara Jungkook sibuk memijat pelipisnya. Helaan nafasnya yang berat menandakan ia telah menyerah untuk menghentikan Taehyung. Ia tahu betul akhir dari perkelahian bodoh ini.
“Hyung…” ia menatap kearah Taehyung lagi, memelas pada Taehyung untuk berhenti. Jungkook memang membenci perkelahian apalagi ia tau kalau kesempatan menang mereka tipis. Lihat saja lawan mereka. 5 pria dewasa yang hampir semuanya memiliki tinggi lebih dari 180cm.
Seolah tak peduli, Taehyung kembali melayangkan tinjunya pada pria itu. Fikirnya kenapa Jungkook begitu takut padahal ada Namjoon dan Hoseok bersama mereka. Bagi Taehyung kalau soal adu tinju Namjoon adalah juaranya.
Melihat temannya dipermalukan 4 pria yang bersamanya tak tinggal diam. Baku hantam antara 2 kubu itupun tak lagi dapat dihindari.
***
Jungkook a, Apa yang terjadi ? kalian tidak apa-apa ?” suara khas milik Jimin bergema diruangan yang cukup luas itu. Ia langsung berlari menghambur menuju teman-temannya yang baru saja sampai dimuka pintu.
Mereka babak belur terlebih Taehyung. Sebagian besar wajahnya kini berwarna biru lebam, sudut bibirnya pecah, untung saja hidungnya tidak patah. Sementara yang lain memiliki luka yang kurang lebih sama.
“tenang saja, kami menang” ucap taehyung terkekeh. Ia lalu meraih pundak Jimin dan berjalan bersamanya menuju sofa untuk melemparkan tubuh lemahnya.
“sudah berapa kali kubilang, seharusnya kau berhenti mengembangkan bakat cari masalahmu itu. tidak baik untuk kesehatan” ceramah Hoseok pada Taehyung seraya mengambil posisi santai di sofa diikuti Namjoon dan Jungkook yang memilih berbaring terlentang dilantai.
“Mereka yang cari masalah duluan, hanya karena lebih tua seenaknya saja memeras kami” jawab Taehyung membela diri. “Untung saja ada Namjoon-hyung, kalau tidak kita pasti sudah mati sekarang”
Namjoon terkekeh.
“Jadi maksudmu aku sama sekali tidak membantu ?” balas Hoseok kesal ia ingin sekali memukul wajah Taehyung tapi rasanya terlalu lelah untuk bergerak, tenaganya sudah terkuras habis karena perkelahian bodoh itu.
“Apa yang kau katakan Hyung ?  aku yang menghajar mereka semua” Protes Jungkook ikut-ikutan kesal. Ia lalu menatap horror kearah Taehyung namun Taehyung hanya menanggapinya bosan.
“Ya.. yaa.. kau lah penyelamat kita, kansahamida Jungkook a
 Cih.
Ya ya! ada apa ini ? apa yang terjadi ? kalian kenapa ?” Sewot Yoongi yang baru saja keluar dari ‘kandangnya’. Kebiasaannya memang mengurung diri dikamar berjam-jam dalam sehari. Demi melahirkan mahakarya yang sempurna katanya.
“Taehyung buat masalah lagi” Jawab Jimin yang ternyata menghilang dan baru kembali dengan kotak P3K ditangannya.
“Bukan aku… mereka yang…” belum sempat Taehyung membela diri Jin langsung mengambil tempat disebelahnya. Menceramahi pria paling kekanak-kanakan yang ia kenal.
Sebagai yang paling tua diantara mereka Jin memang paling sering mengomel dibanding yang lain. Ia merasa keselamatan dan kebahagiaan mereka adalah tanggungjawabnya. Tak ayal itu membuatnya mendapat predikat ‘Eonma’ di antara mereka. Namun itu bukanlah hal yang buruk bagi mereka terutama bagi Taehyung yang memang sudah tidak punya ibu. Atau bagi Yoongi dan Jimin yang tak lagi tinggal dengan orang tua mereka. Dan bagi Hoseok yang seumur hidupnya tak pernah mendapat kasih sayang dari orang tuanya sendiri.
Karena itulah mereka memutuskan untuk menjalani hidup bersama. Sebagai 7 orang yang memiliki kisah hidup serupa. Berbagi banyak rasa sakit dan saling mengobatinya bersama, berusaha membuat sedikit kebahagian dan menikmatinya walau hanya sekejap.
“Hidup ini berat kawan. Itu sebabnya kami bersama. Bergantung satu sama lain. Mencoba menjadi lebih kuat menghadapi kerasnya dunia yang terus memaksa kami untuk jatuh.”

0 komentar:

Posting Komentar

 

A Random Girl Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei