PROLOGUE
Aku menyeret kakiku. Tertatih berusaha menghindari ledakan
besar dibelakangku. Meskipun kakiku hancur, meskipun tubuhku terasa berat. Aku
tidak ingin semuanya berakhir seperti ini. Setelah apa yang aku lihat barusan
sukses membuatku lupa cara bernafas. Ini belumlah akhir bagi kami. Aku
menguatkan hatiku.
“Jin-hyung…”
Suara Taehyung yang parau membuatnya terdengar dua kali
lebih berat dari biasanya. Aku memaksakan leherku untuk berputar 180 derajat
mencari-cari arah suaranya.
Tubuhnya tekulai lemas dengan posisi menyamping menghadapku.
Darah dipelipisnya terus mengalir membasahi aspal kotor tempatnya terbaring. Ia
masih hidup.
“Taehyung a, gwenchana?”
Seketika aku langsung berbalik menghampirinya menarik
tubuhnya bersamaku. Berusaha menyeretnya pindah dari sana walau hanya inchi
demi inchi.
Taehyung menoleh sekitar ia bisa melihat kearah Jimin dan Yoongi
yang berusaha mengeluarkan Namjoon dan Hoesok yang masih terjebak didalam
mobil.
“Hyung.. hyung, kau
bisa mendengarku ?”
“Hyung bertahanlah
aku akan mengeluarkanmu.”
Pekik Jimin putus asa. Ia sangat panik sampai-sampai
tubuhnya bergetar tak karuan sementara wajahnya sudah memucat sedari tadi. Walaupun
begitu ia masih terus mencoba menarik Namjoon keluar tanpa memperdulikan
pecahan kaca yang berkali-kali menggesek
lengannya. Begitu pula Yoongi yang masih susah payah menyeret Hoseok keluar
dengan tubuh kurusnya.
“Namjoon-hyung.. Hoseok-hyung…”
Taehyung mengulurkan tangannya lemah mencoba meraih Jimin
dan Yoongi dari kejauhan. Ia ingin menolong. Ingin sekali, aku tau itu. Namun
tubuh lemahnya tidak mengizinkan.
Perlahan pandangannya kabur. Aku bisa merasakan hawa dingin
yang mulai menyelimutinya diikuti merah kental yang tak henti-hentinya mengalir
menggenanginya. Membuat kesadarannya semakin lama semakin hilang.
“Jin-hyung
selamatkan me-“
Suaranya hilang, lengan yang tadinya mencoba menggapai-gapai
udara kini jatuh dengan lemah. Ia mulai membeku.
“Ya! Taehyung! KIM TAEHYUNG! Bertahanlah. Aku akan
menyelamatkanmu. Taehyung!”
Seketika fikiranku kacau. Aku mengguncang-guncang tubuh
Taehyung dengan kasar, menampar pipinya berkali-kali hingga jejak tanganku
membekas disana. Namun ia tak juga bangun. Detak jangtungnya pun kian melemah.
Tidak. Kita tidak
boleh berakhir seperti ini. Aku tidak mau begini.

